• Home
  • Media
  • Press Release
  • Deltomed Tandatangani Kerjasama Penelitian & Pengembangan Tanaman Obat bersama Kementerian Kesehatan
Press Release

Deltomed Tandatangani Kerjasama Penelitian & Pengembangan Tanaman Obat bersama Kementerian Kesehatan

Solo, 21 Mei 2011 – Hari ini, PT Deltomed Laboratories menandatangani kesepakatan bersama dalam bidang penelitian tanaman obat bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) yang berlokasi di Tawangmangu, Solo. Hadir menandatangani kesepakatan tersebut adalah Dr. dr. Trihono, M.Sc, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dan Nyoto Wardoyo, President Director PT Deltomed Laboratories, disaksikan oleh Indah Yuning Prapti, SKM., Mkes, Kepala B2P2TO-OT.
Kerjasama penelitian ini dibentuk oleh Deltomed dan B2P2TO-OT untuk menjamin ketersediaan pasokan ramuan jamu yang praktis serta menyediakan informasi ilmiah yang lengkap mengenai tanaman obat dan jamu di Indonesia. Ruang lingkup kerjasama adalah mencakup penelitian bentuk sediaan jamu, survey pasar tentang tanaman obat dan simplisia, pemetaan sentra produksi bahan baku jamu, serta publikasi hasil penelitian tentang tanaman obat dari seluruh Indonesia yang dibudidayakan melalui B2P2TO-OT tersebut.

Dr. dr. Trihono, M.Sc, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI mengatakan, ”Kami gembira mengetahui bahwa produsen obat herbal besar seperti Deltomed terjun langsung mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan dan penelitian beragam tanaman obat. Harapannya, kerjasama ini dapat turut mendukung upaya yang sedang dilakukan pemerintah bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saat ini, yaitu melakukan uji ilmiah atau saintifikasi jamu sehingga kelak jamu dapat diresepkan sebagai obat oleh tenaga medis seluruh puskesmas dan rumah sakit di Indonesia.”

Data Kementerian Kesehatan 2010 melansir, baru sekitar 200 dokter di 6 Provinsi di Pulau Jawa dan Bali yang menggunakan jamu untuk mengobati pasien. Untuk mencetak lebih banyak dokter yang peduli terhadap jamu, Kemenkes juga telah mendidik dan melatih 60 dokter dari berbagai puskesmas dan rumah sakit yang akan menjadi generasi pertama untuk merintis klinik jamu di Indonesia.

Presiden Direktur PT Deltomed Laboratories, Nyoto Wardoyo, mengatakan, ”Sebagai pelaku industri herbal nasional yang berasal dari industri rumahan, di tahun ke-35 ini Deltomed telah berkembang menjadi salah satu produsen obat herbal modern ternama. Pencapaian ini merupakan buah dari kerjasama yang baik dan berkelanjutan antara Deltomed, pemerintah, dan masyarakat sebagai konsumen jamu Indonesia. Deltomed akan tetap menjaga komitmen perusahaan untuk menaikkan kedudukan herbal di dalam ranah pengobatan nasional serta mendorong daya saing obat asli Indonesia di pasar internasional.”

”Pemerintah menyambut baik setiap upaya kerjasama dengan pelaku industri jamu nasional, karena melalui ini pemerintah bisa mendapatkan informasi akurat mengenai issue dan potensi pengusaha jamu nasional yang dapat menjadi masukan dalam menyusun kebijakan dan standar produk herbal nasional. Sehingga ke depannya, kualitas obat herbal dapat diakui setara dengan pengobatan farmasi.” Trihono menambahkan.

Sebagai rangkaian kegiatan perayaan ulang tahun Deltomed ke-35, Deltomed juga melakukan penanaman 5.000 pohon untuk Merapi tanggal 28 April yang lalu di Desa Serunen, Sleman, Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya Deltomed didukung oleh 400 relawan dari  Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gajah Mada, Sanata Dharma, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Negeri Yogyakarta. Turut berpartisipasi perwakilan TNI AD Cangkringan dan beberapa LSM setempat.